Yus Selly Meminta PGI Tegas Terhadap Kepengurusan GKSI

Safari Garden Hotel, Cisarua, Jawa Barat tanggal 27-31 Januari 2019 menjadi saksi Sidang Majelis Persidangan Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang keempat kali diadakan tanpa menghasilkan rekonsiliasi dari dua kubu Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) yang terpecah. Dua kubu yang terpecah ini dibawah dua kepemimpinan yang memiliki hubungan kerabat. Kepengurusan GKSI yang sudah diputuskan melalui Sidang Istimewa (SI) GKSI pada tahun 2014 di Taman Mini dengan pimpinan ketua sinode sekarang ini Pdt. Marjiyo, S.Th Dan kepengurusan GKSI kepengurusan sidang di Kalimantan Barat, yaitu versi Kalimantan Pdt. Dr. Matteus Mangentang.

Berawal dari protes keras oleh Pdt. Yus yang ditujukan kepada Seketaris Umum PGI karena melarang mengikuti sidang MPL. Protes ini diduga adanya pemukulan di sidang MPL PGI Cisarua dari pihak GKSI Marjiyo ke GKSI Mangentang sehingga Pdt. Yus Selley selaku pejabat di GKSI Marjiyo mengklarifikasi atas kejadian tersebut. Pada hari malam yang sama kedua belah pihak yang dianggap terjadi pemukulan telah dipertemukan oleh pimpinan PGI. “Bahwa tidak terjadi pemukulan dan kekerasan,” ungkap pendeta yang melayani di wilayah Jakarta Utara.

Dalam jumpa persnya di daerah Jakarta Timur Pdt. Yus didampingi oleh Paulus Basy dan Potifar Pinis menegaskan “PGI harus bersikap lebih tegas sesuai dengan pertemuan-pertemuan rekonsiliasi yang diadakan mulai di kantor PGI pada tanggal 5 Januari 2017 dan sidang MPL di Palopo 2017.” Gembala sidang dari GKSI Api Kemuliaan ini pun menambahkan bahwa dari “pihak kami selalu hadir di dalam setiap rekonsiliasi dan kami berinisiatif untuk mengambil sikap demikian, kami tidak ingin GKSI terpecah-pecah.”  Diketahui beberapa tim rekonsiliasi PGI terdiri dari orang-orang yang hebat seperti Pdt. Dr. Bambang Widjaja, Pdt. Dr. Albertus Patty, Pdt. Manuel Raintung. Kedua belah kubu diundang ke acara sidang MPL PGI awal tahun ini, namun menurut Pdt. Yus Selly GKSI versi Mariyo bahwa PGI menyerahkan pertikaian dua kubu ini kepada mereka sendiri. Lulusan STT Setia ini pun menegaskan “PGI harus konsisten dengan notulen rapat dan keputusan tim rekonsiliasi yang sudah ada, sehingga dapat mengambil sikap.” Pdt. Yus Selly yang dahulu dikenal sebagai pembela GKSI versi Matteus kini berbalik arah sejak kekecewaannya berada didalamnya.

Related Posts

  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image

Social Icons