Gereja Pantekosta Rahmat Menjadi Saluran Berkat bagi Masyarakat Carita

Saat keramaian menjelang akhir tahun 2018 di pesisir pantai selat sunda sudah dipenuhi oleh berbagai macam kegiataan baik di cafe maupun hotel.  Namun cerita kemeriahan akhir tahun menjadi duka bagi masyarakat pesisir pantai anyer hingga ke sumur dan pesisir lampung selatan serta pulau-pulau sekitarnya.
Gelombang besar tsunami ini mengakibatkan jumlah korban meninggal 437 orang menurut BNPB per tanggal 31 Desember dan lebih dari 14 ribu orang mengalami luka-luka dan 33.721 orang mengungsi,” keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Usai diterjang gelombang setinggi 10 meter, ribuan rumah rusak berat hingga nyaris rata dengan tanah, puluhan hotel tepi pantai serta tempat usaha milik warga rusak parah. Perahu para nelayan pun juga disapu tsunami. “Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten, yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus,” ujar Sutopo.

Ditengah-tengah kabupaten Pandeglang ada Gereja Pentakosta Rahmat Carita di pesisir jalan raya Carita, Anyer. Gereja yang sudah berdiri puluhan tahun menjadi saksi bisu akan terjangan ombak besar. Gereja yang dipimpin oleh Pendeta Markus Teaks merupakan gereja satu-satunya di daerah Anyer, Carita.  Gereja yang sudah menjadi sahabat masyarakat ini merupakan gereja yang memperhatikan kearifan lokal masyarakat.

Perjalanan ke Anyer dan Labuan di propinsi paling barat di Pulau Jawa dimulai pukul 07.00 pagi dari Jakarta. Respon cepat dari Pelayanan Masyarakat PGLII dengan membawa team Bernard Ndawu, Marthen Neolaka, Erwin Jussoy yang diketuai oleh Yesaya Suharsono bersama dengan seketaris umum PGLII Freddy Soenyoto. Didampingi oleh gembala Gereja Pantekosta Rahmat Pandegelang, Banten, Pdt. Kasedu Gawi Niga  Perjalan berliku setelah keluar tol Serang ditempuh sekitar dua jam hingga tiba di Gereja Pendeta Markus Teaks. Gereja yang tidak mengalami kerusakan dan dampak dari tsunami Anyer ini memberikan kesaksian bagaimana Tuhan melindungi gereja dan jemaat Tuhan. Bahkan Pendeta Markus mengimbau untuk kita terus tidak melupakan Tuhan dalam hidup ini serta mengajak gereja-gereja terlibat aktif dan memperhatikan masyarakat yang terkena bencana. Dalam hal ini ketua PGLII, Ronny Mandang meminta supaya saluran bantuan di daerah Anyer bisa dipusatkan ke Gereja Pantekosta Rahmat Carita. PGLII tidak hanya memberikan bantuan di Anyer tetapi juga di poinsi Lampung pun sudah dilayani.









Gembala sidang Gereja Pantekosta Rahmat Pandegelang, Banten

Pdt. Kasedu Gawi Niga 



Pdt. Markus Teaks

Related Posts

  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image

Social Icons