Persekutuan Injili Bantu Korban Bencana Lombok di Pesantren NU

MATARAM. BERITADAMAI.COM. Perjalanan tim Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) bersama Ketua Umum Pdt.DR. Ronny Mandang membawa serta  Yesaya Suharsono, Kepala Pelayanan Masyarakat, Kepala Kantor Sekretariat Pengurus Pusat,  Surjosumunar Padmow dan Infokom, Yusak Tanasyah pada tanggal 20 Desember 2018 pukul 08.00 WIB dengan meninggalkan ibukota menuju tempat musibah gempa di Lombok. Memakai burung besi yang disebut si “Batik” membawa terbang pengurus pusat PGLII menuju kota Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Satu setengah jam terbang diudara melintasi Palau Jawa dan Bali, burung besi ini mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Lombok. Sambutan matahari menjelang siang seakan sambutan penuh kehangatan  Yosafat, Ketua PGLII Lombok sekaligus pendeta Gereja Kerapatan Baptis di Mataram.

Perjalanan ke lokasi gempa pun dimulai dari bandara, Lombok Tengah menuju Lombok Utara. Tidak lupa mampir makan siang di Bebek Sawah yang seakan memberi kekuatan baru untuk meneruskan perjalanan ke Tanjung, ibukota kabupaten Lombok Utara yang masih membutuhkan waktu sekitar satu jam dari kota Mataram. Kembali ke dalam mobil menuju lokasi obrolan santai pun terjadi dimana ketua umum mengatakan betapa Indonesia diberkati Tuhan atas hasil alam; khususnya buah jambu yang menjadi kesukaannya. Buah jambu dari berbagai propinsi telah dicobai tetapi yang paling disukai adalah buah jambu dari Sulawesi Tengah yang memiliki ukuran dua hingga tiga kali lebih besar dari jambu biasa; bahkan harga pun relatif murah. Saat melewati kota dipinggiran jalan ada penjual jambu dengan sigap ketua umum meminta mobil berhenti untuk membeli jambu khas Lombok.

Perjalanan berliku melintasi gunung tanpa terasa telah ditempuh sekitar satu jam dari Mataram menuju Tanjung.  Tujuan pertama kami adalah Pesantren Nahdatul Ulama yang hancur luluh diterjang gempa skala 6,9 richter pada tanggal 5 Agustus 2018 kemudian disusul dengan serangkaian gempa lainnya yanh berlanjut selama beberapa hari. Gempa yang menghancurkan lebih dari 70.000 unit bangunan dan korban jiwa meninggal lebih dari 400 orang dengan kerugian ekonomi mencapai lebih dari trilyunan rupiah. Roda mobil akhirnya berhenti di dusun Penjalin, Tanjung, Lombok Utara.

Sambil menikmati dua jambu mede yang baru dipetik dikebun disertai dengan garam dapur ketua umum merasakan pengalaman 40 tahun lalu sewaktu muda, memakan jambu mede menikmati duduk di bale sambil mengobrol santai dengan para ulama. Pemberian sumbangan diberikan kepada perwakilan berupa uang cash yang diberikan kepada Pondok Pesanteren As Sa’Idiyah, Penjalin yang diketuai Ustad Nistahudin. Kunjungan kedua dari PGLII Pengurus Pusat  dan Pengurus Lombok telah memberikan sumbangsih besar sebagai anak-anak bangsa. Roni Mandang dalam kata sambutannya menyambut pemberian ini sebagai dukungan perhatian sesama anak bangsa tanpa melihat atribut-atribut keagamaan. Ketua GP Ansor, Ustad Jalil yang menerima bantuan  pun dengan penuh keharuan mengatakan pemberian ini sungguh membantu meringankan beban kami disini. Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Kegembiraan pengurus pusat dan wilayah diwujudkan dapat menyealurkan bantuan nyata ini sebagai bukti kasih Kristus untuk membantu mereka yang berkesusahan dan kecintaan anak bangsa membangun anak bangsa. (YT)

Related Posts

  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image
  • Post Image

Social Icons